Blogger templates

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 12 November 2012

Jangan Berbuka Puasa Dengan Yang Manis


Sebelumnya sudah hal yang mahfum jika kita sebagai muslim yang sedang menjalankan puasa, untuk menyegerakan berbuka dengan yang manis. Seperti yang termaktub dalam Hadits Nabi ¨Apabila Berbuka salah satu diantara kamu, maka berbukalah dengan yang Manis¨ (HR.Ahmad dan Abu Dawud)
Nabi Muhammad SAW sendiri berbuka dengan memakan tiga buah kurma lembek, sebelum melaksanakan sholat maghrib. Apabila tidak ada kurma lembek, maka Beliau berbuka dengan kurma kering (tamr), dan bila tidak ada keduanya maka beliau hanya cukup dengan air putih saja.

Kurma mengandung karbohidrat kompleks yang memang dibutuhkan ketika kita berbuka puasa. Sebab saat puasa lebih kurang selama 14 jam, kadar gula darah dalam tubuh manusia normal tentu akan mengalami penurunan. Sehingga kita butuh asupan karbohidrat atau gula yang akan meningkatkan kadar gula dalam tubuh. Namun banyak orang yang menyalah artikan Hadits Nabi tersebut yang akhirnya mengkonsumsi makanan manis dalam arti yang sebenarnya.
Makanan manis seperti penganan, kue-kue, syirup lebih banyak mengandung karbohidrat sederhana yang cepat diuraikan oleh tubuh sehingga akan terjadi lonjakan kadar gula darah dalam tubuh. Hal ini tentu tidak baik, kurma juga mengandung karbohidrat namun karena susunannya yang komplek maka akan diuraikan oleh tubuh dengan perlahan-lahan. Oleh karena itu kurma sangat cocok dikonsumsi saat berbuka dan sahur.
Adapun Kurma yang saat ini dijual dipasaran belum tentu mengandung karbohidrat asli dari buah kurmanya. Sebab banyak yang diantaranya sudah ditambahkan pemanis supaya rasanya menjadi manis. Padahal untuk rasa kurma sendiri tidaklah terlalu manis. Kurma yang asli adalah mengandung nutrisi tinggi tapi rendah kalori.
Maka banyak orang ketika berpuasa dibulan ramadhan justru menjadi lemas, mengantuk, atau justru tambah gemuk karena kebanyakan gula. Kebanyakan menyalahartikan Hadits Nabi,makin banyak mengkonsumsi makanan yang manis saat berbuka maka makin baiklah puasanya.
Dalam proses metabolisme dikenal adanya Indeks Glikemik. Indeks Glikemik yang tinggi dari makanan mengandung arti bahwa makin cepat makanan tersebut diubah menjadi gula. Maka reaksi tubuh akan makin cepat menghasilkan insulin. Respon insulin dalam tubuh yang cepat akan mengakibatkan tubuh bereaksi cepat menimbun lemak.
Maka saat berbuka, ada baiknya diawali dengan meminum air putih terlebih dahulu, baru mengkonsumsi makanan dengan kadar karbohidrat yang kompleks. Di anjurkan pula mengkonsumsi karbohidrat cukuplah hanya 50 persen saja dalam makanan, sisanya banyak-banyak mengkonsumsi protein, lalu lemak secukupnya dan buah serta sayuran. Jika sangat lapar dan tak bisa menunggu lama untuk mengkonsumsi karbohidrat segera setelah berbuka, maka pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat sederhana tetapi dengan Indeks Glikemik yang rendah seperti Pisang, buah Pir atau Apel.
Saat sahur pun demikian, karbohidrat kompleks adalah pilihan yang tepat untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil di dalam tubuh dan tidak membuat kita cepat lapar dan merasa lemas dan mengantuk saat berpuasa.
Semoga Amal Ibdah Kita diterima sebagai salah satu upaya kita mencapai Ampunan dan Keridhoan-NYA…
Semoga bermanfaat…
Sumber : nutrisiuntukbangsa.org

Inkonsistensi Membaca dan Efeknya Terhadap Tulisan


Sederhana saja jika ingin mengayakan pikiran kita, mengayakan tulisan kita adalah dengan memberi input atau masukan kedalamnya. Bagaimanakah cara mengayakan tulisan kita, adalah salah satunya dengan sering membaca.
Jika hari ini, mereka yang mengaku sudah melewati fase untuk menjadi penulis besar, selalu melewati tahapan penting ini. Meskipun tulisan lahir dari sebuah ide dan perjalanan kehidupan sehari-hari, tapi jika  hanya mengandalkan ide gagasan yang brilian, tapi tidak di dukung dengan perbendaharaan informasi berita, ilmu, perkembangan kekinian, maka yang terjadi adalah tulisan kita menjadi sangat tak berkelas, murahan, dan tak dilirik.
Membaca sebaris berita harian kota, majalah, buletin, buku, media online, adalah salah satu dasar untuk bisa menciptakan sebuah tulisan. Malas membaca adalah musuh terbesar bagi seorang yang sedang belajar menulis. Membaca adalah cara yang tepat untuk memindahkan materi berisikan informasi, dan ilmu, kedalam ranah otak kita. Dan otak kita akan menyimpannya lebih lama, ketimbang hanya dengan proses mendengar.
Jika anda mengaku ingin menjadi seorang penulis maka, kayakanlah diri anda terlebih dahulu, dengan banyak membaca, membaca, dan kemudian menulislah.

# Hasbi, Bocah Miskin dan Mimpinya Ke Sebuah Negeri di Belahan Dunia

# Hasbi, Bocah Miskin dan Mimpinya Ke Sebuah Negeri di Belahan Dunia
Selalu saja ada banyak hal yang terjadi dalam kehidupan seorang manusia, termasuk apa saja yang baru saja dialami Hasbi, bocah miskin, sakit-sakitan, dan tak punya cita-cita untuk bisa hidup panjang. Daripada hidupnya menyusahkan orangtuanya yang terlanjur sudah sangat susah, lebih baik mengakhiri hidup adalah pilihan yang tepat. Namun, bunuh diri untuk bocah sekecil hasbi, tentu tidaklah berarti apa-apa, dosa juga belumlah banyak, namun, akalnya yang terlalu panjang, tak pernah terpikirkan pikiran bodoh seperti itu. Dalam lamunan sederhananya adalah bagaimana bisa membantu ibunya yang sudah mulai beruban rambutnya, menahan kepayahan demi kepayahan hidup yang menderanya.
Malam semakin larut, sedang hasbi tak juga segera bisa memejamkan matanya, ada segundah jiwa yang bertahta dalam pikiran dan hatinya. Dia ingin memaksa matanya untuk terpejam, namun matanya tetap saja membandel, dan tak patuh dengan perintah sang majikannya.
Sejumput rasa yang bersarang dalam jiwanya menghantarkannya pada dimensi diantara sadar dan tak sadar, meski mata dipaksa terpejam, namun hatinya tetap tak segera menurut perintah, dan akalnya masih saja terombang-ambing dalam kebingungan antara mengikuti sabda hati atau kehendak matanya.
Dalam dimensi yang dilukiskan oleh sebagian pakar metafisika sebagai ruang kosong, atau dimensi alfa (
) dimana disitulah dimensi yang tepat bagi seseorang untuk bisa mengkonstruksikan impian dan harapannya, namun dalam pikiran hasbi tidaklah ada kamus tentang teori orang metafisika gemblung itu. Yang ada didalam bayangannya kini adalah sebuah deretan gunung grand canyon, yang seolah tak berujung, saling tumpang tindih menjadi pemandangan yang sungguh menakjubkan, dengan antara sadar dan tak sadar dia bergumam.
1348503884720423551
grand canyon (ilustrasi) sumber : ismaku.blogspot.com
“ ini bukan duniaku, ini bukan negeriku, dimanakah aku…dimanakah aku…?”
Lalu sekejap pegununungan itu berubah menjadi padang sabana menghijau yang luas, ada beraneka binatang yang tak pernah ia lihat, tapi dia tahu namanya dari buku pelajaran yang dia dapatkan.
Tak berselang setelah padang sabana menghijau yang luas, pemandangan itu sekejab berubah menjadi gelap, tak ada cahaya….hasbi ketakutan, keringat dingin mulai mengalir dari dahinya, lalu turun ke pelipisnya. Namun, hasbi tak sanggup berbuat apa-apa dia tetap saja mematung, menatap dimensi alfa yang barus saja dia temukan. Kemudian tiba-tiba, bajunya yang dia kenakan mendadak berubah menjadi putih dan layaknya jubah para dokter praktek, atau layaknya para ilmuwan yang sedang merancang sebuah penemuan.
Dan ruang gelap itu, berubah menjadi pemandangan ala zaman prasejarah, ada tulang belulang yang tersusun rapi menjulang tinggi membentuk sebuah kerangka binatang yang tinggi besar menyeramkan, belakangan Hasbi baru tahu kalau itu adalah sisa tulang belulang dari binatang Dinosaurus yang sudah punah dan mengalami evolusi yang ditemukan oleh para sejarawan.
Pandangan matanya, tertuju pada sebuah susunan binatang yang sudah biasa dia jumpai dalam kehidupan sehari-hari, dia adalah burung, burung itu seolah hidup dan bergerak-gerak mendekatinya. Dia terpana dan sekaligus takut, melihat pemandangan yang aneh itu… lalu, benar saja tiba-tiba burung itu meluncur ke arahnya seakan ingin menerkamnya. Burung yang tadinya kecil ternyata berubah menjadi besar dan bahkan lebih besar dari ukuran tubuh Hasbi. Hasbi benar-benar takut. Burung itu seolah kelaparan, dan ingin mengoyak tubuh mungil hasbi.
Hasbi panik dan takut, keringat sudah membanjir dan membasahi sekujur badannya.. dan dia berteriak histeris…..
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaah, tidaaaaakkkkkkk…”
Dengan pikiran yang kembali sadar…”aahhh…Cuma mimpi….”

Senin, 03 September 2012

Warning..!!! Penulis Ecek-ecek..!

Menjadi Penulis profesional, adalah pekerjaan yang tak mudah. Butuh proses yang cukup panjang, untuk bisa diterima dihadapan publik. Apalagi jika karyanya sampai dirindu dan ditunggu-tunggu kehadirannya. Adalah sebuah pencapaian yang sangat luar biasa.

Jika anda serius ingin menjadi penulis yang profesional, coba bertanyalah pada mereka yang telah berhasil mejadi penulis profesional semacam Pak JS (Julianto Simanjuntak) yang karyanya sudah berjibun, Berapakah Lamanya Proses yang harus ditempuh agar seorang penulis ecek-ecek bisa menjadi Penulis yang Profesional dan buah karyanya yang tidak hanya “menjual” tapi juga bisa memberikan inspirasi.

Tentu jawabnya adalah pasti butuh waktu yang cukup panjang, dengan penuh ketekunan. Ini semua sudah ada dalam makalah-makalah teori kepenulisan dari mereka para “ajengan” penulis yang sudah lebih dahulu ” ngetop”.

Tapi, saya tidak akan membahas tentang wilayahnya para Penulis profesional itu, yang ingin saya tulis disini adalah saya dan ada juga teman-teman semua, yang masih merasa minder dengan tulisannya, jangan pernah merasa berkecil hati.

Berbahagialah menjadi Penulis Ala Kadarnya, menulis yang merasa terpanggil karena ide yang sedang mampir, dan mood yang sedang oke. Menulis yang tidak pernah merasa terikat dengan waktu, menulis bebas dan ngawur tanpa harus terikat dengan satu tema dan topik tulisan. Merasa tetap senang meski tulisannya di Acuhkan dan tak di Gubris oleh orang lain.

Berbahagialah Karena menjadi Penulis ALA KADARNYA, penulis ecek-ecek, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur kebaikan. Penulis yang merasa senang telah menuliskan uneg-uneg, yang setelah menulis  ”ngacir” ke keseharian masing-masing, ada yang jadi kuli pabrik, ada yang jadi peternak, ada yang jadi petani, ada yang jadi tukang las dan lain-lain, tanpa memikirkan bagaimana nasib tulisannya.

Menulislah sesuka hati, dan berbahagialah menjadi Penulis Ala Kadarnya. Dan Rasakan Akibatnya,
(hehe bisa jadi lambat laun anda akan ngetop, tapi juga bisa jadi anda akan menjadi bahan cemoohan, karena tulisan anda yang ngawur…)


Yang Penting Maju Terus Pantang Mundur..
————————–
Salam Penulis Ala Kadarnya

Kamis, 09 Februari 2012

Pintar Saja Belum tentu Sukses...Kenali Sebab Kegagalan Anda...!!

Pernahkah anda merasa heran terhadap salah seorang teman anda sewaktu di sekolah atau di kuliah dulu yang terlihat begitu pandai dan cerdas namun dia murung,bersedih dan merutuki nasib karena masa depannya yang suram?,atau terhadap teman yang lain yang kelihatannya dahulu sewaktu di sekolah atau kuliah selalu menjadi buah bibir karena kebodohannya,tapi sekarang secara misterius dia bisa tertawa lebar karena telah berhasil mendulang kesuksesan..?
Yah…kita semua sepakat,selain faktor kepandaian ada faktor penting lain yang akan menyebabkan seorang bisa mendulang kesuksesannya.Salah satunya faktor “Lucky” ini mungkin faktor yang tidak bisa didapatkan disembarang tempat.Termasuk di bangku sekolah,karena ini adalah wilayah prerogatif Tuhan yang Maha Menentukan.
Tetapi alangkah baiknya jika kita tidak serta merta menyalahkan “Takdir”,selama kita belum mampu mengenali sebab-sebab kegagalan kita.
Dibawah ini hasil dari Survei yang dilakukan terhadap 200 orang pintar di Amerika,paling tidak ada empat hal penting yang menjadi penyebab kegagalan mereka.
# Tidak Cocok
Ternyata sebuah kesuksesan itu memerlukan kecocokan antara kemampuan,bakat,kepentingan,keinginan,kepribadian,dan nilai-nilai dalam setiap usaha yang kita lakukan.
Bila kita merasa tidak nyaman,tidak cocok dengan pekerjaan yang kita lakukan sekarang.Ada baiknya jika kita membulatkan tekad untuk segera mengakhirinya dan bergegas keluar.Hal ini tentu harus ada resiko yang menjadi tanggung jawab kita.Pertanyaannya Siapkah Anda dengan resiko yang anda ambil..?
# Tidak Ada Komitmen
Sesuatu yang dilakukan setengah-setengah akan memperbesar kemungkinan sebuah kegagalan.Suatu tujuan perlu dibarengi dengan tekad,semangat,dan komitmen yang kuat untuk mencapainya.Kekuran yakinan kita terhadap kemampuan yang kita miliki seringkali menjadi penyebabnya.Maka dari itu kita harus membuang rasa minder,takut,bimbang,dan kesan negatif terhadap diri kita sendiri,lalu gantikan dengan kesan positif yang membangun untuk mendukung proses kesuksesan kita.
# Kurang Fokus
Terlalu banyak yang hendak kita tuju,terlalu banyak impian,keinginan,dan kegiatan,agaknya juga memberikan efek yang tidak baik untuk kita bisa cepat sukses,jika kita tidak bisa mengerjakannya dengan baik.
Fokuskan diri terhadap apa yang paling baik kita lakukan sekarang,sadarilah bahwa kita punya keterbatasan.Tetapkan prioritas dan segera susun agenda kesuksesan kita.
# Kemalangan
Siapapun tidak bisa menolak adanya takdir,entah itu takdir baik atau buruk.Dan siapakah pula yang bisa menolak ketika kemalangan itu harus menimpa kita..?
Janganlah menyalahkan Tuhan,orang lain atau diri sendiri.Tapi kita harus ingat,meskipun kita tidak bisa menolak kemalangan itu,namun akan selalu ada jalan untuk memperbaikinya.

Pada akhirnya, kegagalan bukanlah ‘jalan buntu’ untuk mencapai sukses. 
Kesempatan datang silih berganti. Jika hari ini Anda gagal, mungkin 
besok Anda akan sukses. Jika Anda mampu berpikir jernih mengenai kegagalan 
dan menyadari bahwa dalam hidup ini selalu ada pilihan, Anda akan bisa 
menyikapi sebuah kegagalan sebagai pelajaran yang berharga. Ingat, tak 
ada orang yang lebih bodoh selain tidak bisa memetik pelajaran dari 
sebuah kegagalan.
Salam Sukses selalu…
==================
Dari tepian Kota Jakarta
Kamis,02 Februari 2012

Yuk Berbagi : "Menulis Itu Menjemukan,,,"

Layaknya bicara,seorangpun terkadang memilih diam seribu bahasa untuk bisa mewakili segala kemelut didada.Pun demikian yang terjadi jika seorang telah kehabisan kata,kehabisan akal,ide dan gagasan.Kepala seolah kering kerontang meradang,hanya ada lambaian-lambain kata yang menari-nari diubun-ubun dan begitu sulit untuk masuk didalam kepala,dan bahkan bersarang didalam hati.
Susah,buntu,mati ide,itulah penyakit yang kerap siap membunuh para penulis militan.Dari yang biasa bahkan sampai yang luar biasa.Penyakit itu sangat beragam,tergantung seberapa besar seorang penulis terjangkit.
Lalu apakah yang harus bisa diperbuat oleh para penulis agar dia segera pulih.
# Diam itu baik,tapi Menulis yang bermanfaat tentu lebih baik.
Diam memang baik,tapi jika dengan menulis yang bermanfaat,sehingga minimal kita bisa bermanfaat untuk  orang lain,tentu akan lebih baik.
Niat yang paling utama,yang harus diperbaharui.Niat apa yang kita usung dari kita menulis itu.Jika sudah ketemu,mari kita pertahankan,agar tidak lekas kendur.
# Gali Ilmu,wacana,berita,opini,Kemudian Rajin-rajinlah Berbagi
Menulis hanya beda pada soal media saja.Intinya sama yakni mengajak berkomunikasi dengan orang yang dituju(pembaca).Hindarkan sikap menggurui,sok tahu,blagu,dan sikap-sikap buruk yang lain.Coba kita sejajarkan tulisan pembicaraan kita dengan kondisi pembaca.
Seorang ahli tentu tak suka diajari oleh pemula,orangtua tentu tak senang jika di ajari oleh anak kecil,meskipun sejatinya menuntut ilmu itu datang dari siapapun,sekalipun dari anak kecil,yang kemampuannya dibawah kita.
Namun untuk memposisikan pembaca,inilah yang butuh pelajaran yang tersendiri.Segmen manakah yang akan menjadi sasaran tulisan kita.Jika sudah ketemu,yuk teruskan menulis..
# Jangan sakit Hati,jika Tulisan kita Dicampakkan
Ada yang sakit hati,futur,patah semangat,jika tulisan kita tak terbaca,dan tak diapresiasi oleh pembaca.Tentu hal yang wajar,tapi terus-terusan bersikap sakit hati tentu bukanlah sikap yang baik,dan akan merugikan diri kita sendiri.
Jika kita sudah tetapkan niat disaat awal kita menulis,dan kita sudah berusaha menyampaikannya,tentu harusnya kita bersyukur dan bahagia karena kita sudah berhasil menyampaikannya.Urusan dibaca,di apresiasi oleh orang lain,itu hanya urusan bonus atas niat kita saja.
Jangan lama-lama Kering Idenya ya..Yuk menulis sebisanya.

Sabtu, 12 November 2011

Alasan Mengapa Gagal Menjadi Penulis yang Sukses

Ada perbedaan yang mendasar yang dilakukan oleh mereka para penulis sukses dan penulis yang tidak sukses.Bukan masalah pada kemampuan menulis mereka,banyak dari kita yang beranggapan ketika membaca sebuah buku,yang penulisannya tidak bagus tapi buku tersebut bisa best seller.
Alasannya bukan pada covernya yang fantastis,bukan juga karena keakuratan informasi yang ada didalamnya,sedikit juga yang alasannya bukan dari penerbit,distributor,ataupun toko buku.
Tidak ada yang namanya Buku best seller,yang ada adalah Penulis Best Seller,kemampuan penulis yang berusaha dengan keras agar menghasilkan sebuah tulisan yang atraktif dan bernilai,yang menyebabkan dia menjadi penulis yang best seller.
Alasan mengapa banyak Penulis yang gagal untuk bisa sukses adalah

# Hanya Belajar Teori Saja
Begitu banyak sudah kita mempelajari teori tentang kepenulisan,bahkan kita sudah sangat hafal tentang teori tersebut.Tetapi karena malas mempraktekkannya,maka teori itu tidak lagi berguna,karena tidak segera kita praktekkan.

# Ide Sebatas Ide
Mungkin banyak ide,yang berkeliaran disekitar kita.Bahkan ketika kita menemukan ide itu,kita seolah merasa menemukan harta karun yang berharga.Namun sayang Ide itu hanya sebatas khayalan,dan tidak segera kita tuangkan kedalam tulisan.Maka Ide itu akan menguap ditiup waktu dan zaman.

# Menulis yang tidak Di Sukai
Ketika kita tidak menyukai suatu hal,jangan sekali-kali untuk mencoba menulis tentang hal itu.Karena itu hanya akan membuat kita mengalami stagnasi.Mengukur kemampuan diri adalah langkah yang arif,dari pada hanya terobsesi dengan ketenaran.

# Cepat Merasa Puas
Penulis pemula (seperti saya),kadang kala mengalami sebuah penyakit ini.Ketika tulisan kita sudah berhasil dimuat di media massa,atau bisa masuk HL misalnya.Lantas kita merasa sudah puas dan enggan lagi menulis.

# Ingin Cepat Populer
Penulis pemula,seringkali memiliki kebiasaan yang buruk yakni ingin cepat tenar,terkenal dan populer.Padahal untuk mencapai ketenaran dan kepopuleran butuh adanya sebuah proses yang panjang,dan perjuangan yang keras.Tidak hanya dalam waktu singkat serta merta kita menjadi penulis yang terkenal dan populer.

# Ingin dapat Honor yang Besar
Sebagai penulis senior tentu ini bukanlah masalah,karena yang terpenting untuk mereka adalah mereka bisa menuangkan ide dan karya yang brilian.Tak melulu kegiatan mereka adalah untuk mencari uang.
Tapi untuk penulis pemula,seringkali terjebak dalam polemik ini.Biasanya penulis pemula lebih mengincar Honor yang tinggi,dan lebih banyak.

# Membesar-besarkan Kelemahan Sendiri
Setiap orang memiliki kelemahan,tapi hendaknya kelemahan itu tidak lantas dibesar-besarkan,apalgi dibeberkan kepada orang lain.Cukuplah sipenulis saja yang tahu,dan dia bisa menutupi kelemahannya itu dengan menghadirkan tulisan yang brilian.
Alasan diatas cukuplah mewakili kegalauan hati saya,yang belajar merangkak menuju penulis yang sejati
=========================
Semoga bermanfaat...