Duhai Ibunda

Dalam hening malam,yang bertumpukkan selimut kerinduan pada hangatnya pelukanmu,dalam damainya dekapanmu,
Ku tuliskan kata-kata yang sederhana ini untuk ku haturkan kepadamu,sebagai saksi atas gundahnya perasaanku.Meski ku akui ketika ku mampu mencium tanganmu dan mengecup keningmu,hilang sudah perasaan ini.Entah seperti apakah gerangan yang bisa aku lakukan untuk bisa menerjemahkan kasih sayang yng kupunya yang di bandingkan dengan kasih sayangmu hanya secuil kuku jarimu.
Sehingga pantaslah jika Allah menempatkanmu didalam urutan kepatuhan yang wajib dilaksanakan oleh setiap anak dan manusia didunia ini.
"Syurga Allah,bersama dalam keridhaanmu...."
Tapi terkadang ku hanya mampu menerjemahkannya sebatas teori dan retorika.
Sedang untuk aplikasi dan realisasinya sering terbentur dengan kebodohan diri yang kerap tak pernah berhenti untuk mendatangi manusia,dan juga termasuk didalamnya aku.
Sudah teramat banyak kasih sayang yang telah aku campakkan dalam kerak kesombongan diriku.
Telah tak terhituing sudah kata stajam pedang menyayat-nyayat hatimu,
Duhai Ibunda Maafkan Anakmu...
Sungguh keridhaanmu yang akan menyebabkan aku mendapatkan SyurgaNya.
Duhai Ibunda...
Terima kasih...atas kasih sayang yang tak terperi,tak terbayarkan oleh perhiasan sepenuh apapun didunia ini.

Komentar