KETIKA HIDAYAH MENYAPA

KU DEDIKASIKAN UNTUK SAHABATKU...(akhi wahid budiyanto)

KETIKA HIDAYAH TELAH MENYAPA



cerita ini ingin mulai ku bangun dari arah,di mana keterpurukan diri telah tersemai bersama dangkalnya pemahaman tentang arti hidup ini,seolah-olah tertutup kabut hitam yang cukup tebal..sebut saja dia adalah Budi,Budi adalah seoarang anak pertama dari keluarga yang mampu dan bisa di bilang berkecukupan..dari segi ekonominya.semenjak lahir ia selalu dalam kondisi yang sangat di manjakan maklum karena keluarganya teramat menyayanginya hari-hari yang di laluinya teramat indah dan menyenangkan sehingga seolah-olah tanpa sadar membentuknya menjadi anak yang manja..tapi keluarga budi juga keluarga yang berpendidikan dan memiliki status yang baik di hadapan masyarakat,pekerjaan mereka adalah seorang guru..orang tua budi berusaha agar budi dapat menorehkan sebuah kebanggan di hadapan mereka.lebih-lebih terhadap prestasi belajarnya.Dan ternyata Budi memang terhitung sebagai anak yang lumayan cerdas.Ia selalu mendapat rangking di kelasnya mulai dari semenjak SMP kecerdasannya ini sudah terlihat.Namun di balik semua kebaikan yang nampak dari luarnya yang sangat di sayangkan dari sikap Budi adalah sifat nakalan dan bandelnya yang tidak bisa di cegah,Ia anak yang tempramental entah darimana Budi mendapatkan sikap buruknya itu.yang jelas selama ini keluarga Budi baiik ayah dan ibunya mengira bahwa tingkah Budi adalah hal yang wajar dan biasa saja.meskipun menurut sebagian orang tua menganggapnya sudah tidak wajar apalagi terkait dengan statusnya yang masih bersekolah merokok,berantem,berlaku sok preman,suka menenggak minuman keras,bagi Budi itu sudah hal biasa yang dia lakukan.sampai waktu terus menggiringnya hingga Budi memasuki SMA,dan ternyata Budi diterima di sekolah yang favorit.sungguh aneh memang meskipun Budi adalah anak yang bandel,dan nakal ternyata memang Dia anak yang cerdas.namun sayang kenakalannya ketika memasuki Bangku SMA tidak bisa hilang bahkan malah menjadi-jadi,Budi di sarankan oleh orang tunya untuk Kost saja dekat dari sekolahan,harapan yang di sematkan orang tuanya adalah supaya Budi menjadi tenang dalam belajar,bisa meninggalkan kebiasaan buruknya dan terlebih lagi bisa ringan ongkos uang sakunya..di hari-hari awal memang terlihat Budi menikmati kesendiriannya ia terlihat semangat dan lebih baik,tapi sayang perubahannya itu tidak terlalu lama,dia mulai mersakan kejenuhan yang mendera di setiap hari-harinya dari sinilah Budi mulai melakukan penyimpangan-penyimpangan. karena sudah merasa tidak ada yang mengawasi tingkahnya maka dia berbuat sesuka hatinya,Kenakalannya semakin menjadi-jadi dari kelakuannya semasa SMP,budi tidak mau lagi kost karenaa awalnya Budi terlibat berkelahi dengan temannya sendiri dan budi takut kalau di datangin temannya,dan dia di keroyok bersama preman yang di sewa temannya itu,akhirnya budi meminta kepada orang tuanya untuk membelikan sepeda motor,sebagai transportasinya pulang dan pergi ke sekolah Ia akan tenang di rumah dan tidak akan nakal lagi janjinya,
Dia memaksa orangtuanya agar memenuhi setiap permintaanya.Orang tuanya kemudian mebelikan untuknya sepeda motor,tapi lagi-lagi sang Budi,kembali menunjukkan kenakalannya,hanya sebab sepeda motor yang di belikan orang tuanya sepeda motor yang sudah lama.Budi maunya di belikan yang baru..
karena mungkin dia merasa malu dengan teman-temanya..dan merasa kecewa kepada orangtuanya..Budi menjadi malas dan ogah-ogahan dalam sekolah,bahkan tak jarang Budi sering bolos,terlibat berkelahi.jelas itu akan mengakibatkan hasil belajarnya menjadi semakin buruk dan merosot dari tiap semester,bahkan puncaknya pada kelas 2 semester 2,ia harus rela pindah sekolah karena di sebabkan ulah kenakalannya yang sudah tidak bisa di tangani oleh pihak sekolah yang favorit itu.singkat cerita Pindahlah Dia ke sekolah yang lebih dekat dari rumah..sekolah itu lebih tepatnya sekolah kampung..meskipun tetap negri. sekolah barunya itu bukanlah sekolah yang sebagus dengan sekolahnya dulu.dengan berat hati orangtua budi membawanya ke sekolah itu.Dia di terima.
setelah di terima ternyata Hari-hari dan sikapnya budi tidak juga mengalami perubahan Dia masih saja tetap nakal dan bandel,meskipun tidak separah waktu di sekolahnya yang dulu..sampai ia selesai semester 2 tidak jua berubah,Tapi untungnya pihak sekolah tetap menerimanya sebagai murid.
pembagian raport kelas 2 semester 2 sdh di bagikan dan ternyata Budi naik kelas,meskipun dengan nilai yang pas-pasan.pilihanya pada program iPa,perubahan Budi mulai memperlihatkan tanda-tanda kebaikan setelah Ia berteman dengan Ahmad,temanya satu kelas IPA..teman budi yang ternyata dulu satu sekolah ketika SMP,ahmad adalah anak yang cukup pendiam,terlihat sholeh..jabatnya sebagai ketua ROHIS di SMA itu,yang mungkin membuatnya menjadi bisa menjaga diri.
Budi mencoba berbincang-bincang ringan dengan ahmad.mulai dari temanya yang sederhana hingga ke permasalahan yang menyangkut tentang agama,Ia mencoba bertanya-tanya tentang banyak hal tentang agama terhadap ahmad,bahkan masalah-masalah yang terlalu pelik,yang untuk seukuran Budi waktu itu belumlah perlu..bahkan kadang tidak ayal terjadi perdebatan antara ahmad dengan Budi.tapi ahmad bisa memberikan argumen sekenananya dan sebisanya,meskipun sebetulnya yang dilakukan ahmad adalah salah.tapi ahmad berharap Budi bisa dan mau merubah sikapnya..dengan berbagai usaha ahmad mencoba membantunya..suatu hari ahmad memberikan sebuah fotokopian dari sebuah buku yang di karang oleh seorang ulama sunnah yang faqih terhadap agamanya ia adalah syaikh muhammad bin jamil jainu.ahmad terus berusaha memberikan bantuan kepada budi untuk bisa lebih sedikit memahami tentang agamanya yang sebenarnya..
dan sungguh Hidayah ALLOH telah menyapanya di sela kepongahan jiwanya.di antara hatinya yang sudah mengharu biru kelabu di antara sesak dadanya yang telah terkumpul segenap penyesalan.memang ketika ALLOH sudah menakdirkan sesuatu maka tidak ada yang bisa menghalanginya sedikitpun..alhmadulillah kian hari Budi menunjukkan perubahan yang sangat signifikan,ia jadi sering ke masjid baik di sekolah maupun di rumahnya,yang dahulunya budi acuh masa bodoh..kini Ia mulai sadar untuk sholat,bahkan dia juga ikut sholat sunnah dhuha karena sdh merupakan kebiasaan ahmad dan teman-temannya mengerjakan sholat dhuha.menjadi sering puasa sunnah...teman-temanya menjadi heran dan sekaligus senang melihat perubahanya itu.Dia semakin rajin saja baik menjalankan aktivitas agamanya maupun belajarnya,semangat kecerdasannya telah lahir kembali Dengan mudah ia mendapat rangking di kelas.sampai ketika menjelang akhir dari sekolahnya Budi bertekad untuk bisa masuk ke perguruan tinggi negri dan tidak tanggung-tanggung program pilihanya ia menginginkan kedokteran.setelah pengumuman lulus budi di antar dengan ahmad mencoba mendaftar spmb di perguruan tinggi negri,lalu ia menjalani tes ujian dan ternyata ia tidak bisa di terima di perguruan tinggi negri tsbt,tapi yang sangat membuat ahmad bangga tidak sepintaspun tergambar di raut wajahnya budi merasa kecewa atau patah semangat.Bahkan sebaliknya Ia berkata terhadap ahmad,"ALLOH telah menakdirkan saya tidak di terima di PTN itu,mungkin akan ada pilihan ALLOH yang lain yang justru lebih baik dari itu semua."sungguh perkatan yang sangat indah,Dan ternyata benar budi mencoba mendaftar di PTS,lagi-lagi ahmad dengan setia menemaninya kemanpun ia pergi.dan alhamdulillah ia di terima..di tahun awalnya ia kuliah geliatnya terhadap agama semakin menggebu-gebu ia mencoba bergabung dengan organisasi keagamaan2 yang ada di PTS itu.bahkan dia memutuskan untuk masuk ma'had jadi ia kuliah di dua tempat.sungguh luar biasa ia di terima di ma'had padahal untuk masuk ke sana harus bahasa arabnya yang fasih dan paham.sungguh sebuah pencapaian yang maksimal.dan inilah jawaban ALLOH ketika dia mengatakan akan ada yang lebih baik dari ini semua.selama empat tahun ia kuliah di dua tempat aktivitas seharinya Ia sibukkan untuk belajar dan terus belajar baik tentang program pilihannya bahkan lebih-lebih belajar agamanya..dan tahukah engkau saat ini Budi telah lulus sebagai sarjana dengan waktu yang cepat,dan ia bercita-cita bisa masuk LIPIA sungguh sangat luar biasa,sekarang berita darinya terakhir Dia sudah di terima di LIPIA dan mulai belajar setelah lebaran...

selamat buat antum...akhi

Komentar